Tag Archives: menulis

Ide

Hari pertama siaran, aku dilatih untuk menciptakan percakapan. Pelatihku akan memilih satu barang, dan aku diminta untuk berbicara tentang barang itu. Aku ingat, barang itu adalah kaset. Pada waktu aku pindah ke radio lain, aku mendapat kesempatan untuk dilatih kembali. Latihan yang hampir mirip ternyata diulang disitu. Kali ini, pelatih tersebut akan mengatakan tentang satu hal, dan kami diminta untuk berbicara tentang itu selama satu menit, secara bergantian. Tampak sangat sebentar. Satu menit saja. Tapi, percayalah, tidak sedikit diantara kami yang gagal. Tiba-tiba berhenti karena kehabisan ide, atau malah beralih topik. Waktu itu, aku diminta berbicara tentang perawatan rambut. Mudah sekali!

Latihan itu membuat aku tidak pernah kehabisan bahan selama siaran. Apapun yang aku lihat selama perjalanan menuju ruang siaran, atau selama berada di ruang siaran bisa menjadi bahan. Mungkin, aku memang pada dasarnya cerewet ya?

Aku berpikir, demikian juga dengan menulis. Bisa dan harus dilatih. Aku sedang berpikir untuk mencoba metoda yang dipakai pada waktu berlatih siaran. Untuk menulis apapun yang aku lihat, aku rasa, aku temukan di hari itu. Ada banyak hal yang bisa ditulis.

Niatnya memang seperti itu, tapi prakteknya sulit dilakukan. Karena itu, aku selalu punya buku tulis di samping tempat tidur, karena terkadang ada ide yang keluar waktu melamun di tempat tidur, sebelum tidur atau waktu terbangun di tengah malam.

Paling tidak enak, kalau ide keluar ketika sedang menyetir. Nah loh! Bagaimana caranya? Aku kan tidak mungkin menulis sambil mengemudikan kendaraan. Paling mudah, merekam apa yang mau aku tulis. Ada banyak alat rekam yang sekaligus juga pemutar lagu-lagu dengan format mp3 yang bisa dibawa kemana-mana, tapi alat milikku lebih sering habis batere. Cara lain adalah dengan langsung menuliskan ide tersebut begitu ada kesempatan. Ini lebih sulit, karena perjalanan di Jakarta bisa sangat makan waktu.

Semua ini adalah teori menurut aku, tapi prakteknya?

Aku sendiri masih harus melakukan apa yang aku tulis disini, kan?

Leave a comment

Filed under Dari Kelas

Disiplin

Beberapa bulan, blog ini dibiarkan begitu saja. Tidak ada tulisan baru. Kursus memang sudah berlalu. Selesai di bulan Agustus yang lalu.

Bukan itu saja, blog lain juga hampir terabaikan. Kesibukan di tempat kerja menjadi alasan utama. Perjalanan ke tempat-tempat di luar Jakarta membuat aku sulit menulis, walaupun ada banyak cerita dari tempat-tempat itu.

Itu semua alasan saja. Setidaknya, itu menurutku.

Menulis memang membutuhkan disiplin. Tidak bisa sekedar hanya menunggu mood atau inspirasi.

Blog ini, sebetulnya bisa menjadi tempat berlatih. Aku ralat. Blog ini, seharusnya menjadi tempat aku berlatih menulis. Tidak harus menulis kegiatanku di ruangan Pantau. Apalagi, kalau aku kaitkan dengan rencana untuk membuat satu tulisan panjang tentang kiri. Narasumber yang pernah aku wawancara saja sudah bertanya-tanya. Memalukan, ya?

Minggu lalu, aku janjian dengan Ei, salah satu teman kursus. Sewaktu menunggu, aku memutuskan untuk menulis. Aku selalu membawa sebuah notes kecil untuk menulis. Dari sekian banyak hal yang bisa ditulis, aku memutuskan meneruskan profil yang tengah aku susun. Profil kawan kursus bernama Siti Maemunah. Profil itu belum berhasil aku selesaikan. Wawancara sudah berlangsung lama. Ada sekitar 5 tulisan yang tidak pernah selesai tentang Mae, nama singkat Siti Maemunah. Dalam 30 menit aku menunggu Ei, aku berhasil membuat outline dan bahkan menuliskan beberapa hal. Lebih maju daripada tulisan-tulisan sebelumnya.

Aku jadi sadar, aku harus kembali membiasakan diri untuk menulis. Tidak usah muluk-muluk. Membuat profil itu benar-benar sempurna, adalah target pertama. Kemudian, kembali mencicil tulisan tentang kiri yang ingin aku buat.

1 Comment

Filed under Dari Kelas